Rabu, 21 Juli 2010

ENJOT-ENJOTAN YANG MAHAL


Cerita Dewasa ENJOT-ENJOTAN YANG MAHAL

Written on January 29, 2009 – 12:25 pm | by admin |

Cerita Dewasa ENJOT-ENJOTAN YANG MAHAL, Seandainya itu benar wajah sang Walikota, “goyangan” di apartemen itu niscaya membuat kursi jabatannya sebagai walikota di daerah Kalbar bisa goyang. Soalnya, dalam VCD yang direkam sendiri oleh selingkuhannya tersebut,
digambarkan jelas betapa Pak Wali dan Hana, 35 tahun, sibuk enjot-enjotan. Sungguh perselingkuhan yang mahal, karena untuk kepuasan badani tersebut Pak Wali dikuras uangnya hingga Rp750 juta!

Ini kisah tentang pejabat yang pamitnya pada istri untuk rapat, tapi ternyata malah “rapet” bersama selingkuhannya. Pada keluarga selalu bilang ada pekerjaan lembur, tapi sebetulnya malah “lempengin burung”. Karena suaminya memang orang terpandang dan terhormat di kotanya, tentu saja Bu Wali tak pernah curiga akan kesibukannya. Bu Wali pun percaya bahwa suaminya memang walikota, bukan wali setan!

Bagi kebanyakan kaum lelaki, setelah punya tahta (kedudukan) dan mulai berlimpah harta, biasanya dia akan berinvestasi di bidang keperempuanan. Dia ingin memuaskan dahaga asmaranya melalui melimpahnya uang. Walikota dari Kalbar itu agaknya begitu juga. Dia tak bisa berkutik ketika menghadapi si jelita yang putih bersih, seksi, betis mbunting padi dan wajah mirip ratu ekstasi Zarima.

Ujian pertama dialami Pak Wali ketika dia berkenalan dengan si Hana di Jakarta. Karena sama-sama berasal dari Kalbar, keduanya pun menjadi akrab. Lebih akrab lagi karena si Hana memang menjanjikan sejuta rasa. Dia cantik, cerdas, dan menggairahkan. “Ah, Hana memang wanita yang enak diselingkuhi dan perlu,” begitu mungkin batin Pak Wali.

Karyawati sebuah perusahaan di Jakarta itu tahu bahwa orang penting di Kalbar ini tergila-gila padanya. Hana pun mafhum bahwa dia memiliki poisisi tawar yang tinggi mengingat wajah dan tubuhnya yang aduhai. Maka dia berusaha memanfaatkan Pak Wali. Itu artinya, ada cinta harus ada harta. Ada bonggol harus ada benggol. “Silakan aku kamu goyang, tapi berikan aku uang,” begitu prinsip Hana.

Yang namanya pejabat, uang memang begitu mudah dicari. Hanya lewat tanda tangan sret sret sret, duit mengalir ke rekeningnya. Maka Pak Wali ini mudah saja memanjakan si jelita Hana. Setiap dia ada tugas ke Jakarta pastilah menyempatkan diri untuk kencan dengan selingkuhannya. Ibarat mobil, habis tugas dinas beliau sporing balansing dan amplas platina di apartemen dulu!

Agaknya Hana juga tahu bahwa kisah cintanya pada Pak Wali tak mungkin berfinish di pelaminan, kecuali sebatas hubungan kelamin. Tapi dengan itu pula dia merasa punya kartu truf untuk “memeras” Pak Wali. Maka agar skandalnya tak diketahui umum, dia selalu minta duit pada sang pejabat manakala usai kencan. Tidak kurang dari Rp 750 juta yang berhasil dikuras dari kantong pejabat Kalimantan Barat tersebut. Yayank-nya yang Walikota itu menurut saja. Bahkan lebih dari itu, beliau mau saja disyuting Hana ketika sedang berhubungan intim di apartemen. Di bulan puasa misalnya, saat orang makan sahur, Pak Wali malah “sahur” paha si Hana sambil merem melek. Ketika ditanyakan kenapa disyuting segala. “Untuk kenang-kenangan Pa, kalau kangen aku kan bisa melihat gambar tubuhmu,” kata Hana manja sambil terus berusaha memuaskan selingkuhannya di ranjang.

Akan tetapi, perselingkuhan itu ternyata membuahkan rasa cinta Hana pada sang Walikota makin dalam. Dia ingin dinikah resmi. Entah disetujui atau tidak, yang pasti Bu Wali telah mencium skandal ini. Terbukti dia kirim SMS pada Hana tentang rencana pernikahan tersebut. Sayangnya, sementara skandal sudah terbongkar, Pak Wali malah mengecewakan cintanya. “Cinta yang kecewa bisa jadi dendam membara,” kata Hana.

Nah, Hana sudah kepalang basah. Untuk mempermalukan Pak Wali, dia lalu menyerahkan rekaman VCD-nya pada koran Equator di Singkawang. Maka hari berikutnya kota Singkawang gempar. Warga kota melihat dengan jelas gambar Pak Wali di koran sedang “enjot-enjotan” dengan Hana. Beliau tampak merem melek, karena Hana memang pandai memuskan selera lelakinya di ranjang.

Kepada Equator Hana juga mengakui, sebetulnya dirinya sudah “terbeli” oleh Pak Wali. Soalnya, beliau tak mencintainya. Kalaupun mau memberi uang hingga ratusan juta, karena Pak Wali takut bila Hana ngoceh ke mana-mana. “Uang itu sebagian saya belikan mobil,” kata sicantik yang berhasil menjual “sawah sepetak”-nya dengan harga menggiurkan.

2 komentar: